anggota dpr Tag's Archives

Gerah juga melihat aksi ogah-ogahan para anggota Pansus DPR yang mengarahkan debat ke hal macam-macam dan sama sekali tidak menyentuh substansi yang diharapkan. Pansus ini sebenarnya dibentuk dengan tujuan awal mencari titik terang apakah ada pelanggaran kebijakan dalam pemberian bailout dan apakah ada unsur memperkaya pribadi atau organisasi dalam proses pemberian bailout?

Yang seharusnya dilacak DPR bersama dengan KPK berdasarkan data PPATK adalah kemana arah dana bailout tersebut, apakah ada dana masuk ke partai tertentu? Orang tertentu? Trus apakah ada unsur suap dalam kebijakan pemberian bailout? Itulah pertanyaan-pertanyaan kunci yang mesti dicarikan titik terang oleh anggota yang katanya saja terhormat ini :) . Kalau berdebat seperti sekarang ini, saya juga bisa jadi anggota DPR yang lebih jago hehehe.. Kita menginginkan lebih dari seorang anggota DPR.

Saya lebih melihat sekarang ini, di pansus ini lebih menjurus kepada target-target tertentu yang mesti bisa disalahkan dalam pemberian bailout. Target jelas selain Menkeu saat ini, wapres dan juga yang terbaru adalah presiden kita. Targetnya adalah walau tidak masuk ranah hukum, mereka ingin mempublikasikan bahwa inilah sebenarnya orang-orang yang bersalah dan harus minta maaf. Itu saja!

Sebenarnya di perdebatan akhir-akhir ini, telah mengarahkan bahwa pemberian bailout ini bisa dimaklumi. Itu juga diamini oleh ketua BPK kita saat ini. Jumlah bail out besar, tapi tujuan utama adalah untuk mencegah krisis, dengan “menutupi” keuangan bank yang bermasalah. Kalau masyarakat mengetahui krisis bank ini, bisa berdampak sistemik dan memberikan ketakutan. Akibatnya akan terjadi penarikan uang besar-besaran oleh nasabah. Itulah sebenarnya yang ditakutkan oleh pihak BI dan pemerintah.

Sebagian orang-orang kita memang aneh, bukan termasuk saya ya hehehe..kalau saja waktu itu pemberian bailout tidak disetujui dan bank Century bangkrut. Akan menjadi berita besar dan penarikan uang besar-besaran terjadi, sektor perbankan akan lumpuh termasuk bank-bank besar seperti BCA, BNI dan lain-lain.Saya mungkin ikut ambil uang juga hehehhe.  Pansus lain  pasti akan dibentuk lagi, tetapi akan menanyakan pertanyaan utama lain “mengapa BI dan pemerintah tidak mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi hal itu termasuk opsi dengan dana talangan atau bailout?”. Pasti pertanyaannnya akan seperti itu. Figur Menkeu, Mantan Gubernur BI dan pemerintah juga akan “dikejar” oleh anggota pansus yang katanya saja terhormat :)

Bukankah mereka anggota DPR yang aneh? Saya pikir ya. Banyak kepentingan politik, partai dan publisitas yang bermain di situ. Semua ingin terkenal dan menjadi sok kritis. Semua ingin terlihat jadi orang pintar dan terdidik. Sayang, kenyataan jauh panggang dari api!

Saya sarankan anggota DPR yang terhormat, bekerjalah berdasarkan prioritas dan kejar target. Jangan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak perlu lagi.

Kemana lagi arah perdebatan pansus Bank Century ini?

Sebenarnya saya tidak terlalu berminat untuk membahas mengenai kasus yang kini tengah jadi pergunjingan di tanah air, Kasus Bank Century. Tapi setelah melihat kasus ini tidak kelar-kelar, saya mulai bosan juga melihat kinerja anggota dewan yang tidak kunjung selesai bergelut dengan masalah ini. Apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih produktif dilakukan lagi?

Tugas utama anggota dewan adalah membuat Undang-undang bersama dengan pemerintah. Kalau belum ada pengajuan RUU dari pemerintah, DPR seharusnya juga proaktif membahas mana kira-kira yang memerlukan pengaturan atau mana kira-kira undang-undang yang membutuhkan revisi mendesak. Lihat misalnya yang dipermasalahkan publik mengenai pertanyaan apakah sama hukuman antara pencuri pisang dengan pencuri uang negara yang jumlahnya milyaran? Apakah “pencemaran nama baik” hukumannya lebih berat dari pada penyiksaan? Atau apa peraturan-peraturan yang bisa dibuat untuk melindungi usaha-usaha kecil di tengah himpitan produk-produk China yang mengeroyok usaha-usaha kecil kita?

Saya bingung, begitu banyak PR yang lebih mendesak bisa dilakukan DPR.

Terus, kalau kalau masalah Bank Century. Kalau misalnya ada unsur korupsinya, silakan diberikan kesempatan kepada KPK atau Kejagung, yang lebih tau deilknya dibandingkan anggota DPR kita untuk mengurusnya. Masing-masing sudah punya tugas yang jelas kan. Dan yang lebih penting, mana yang harus didahulukan dan bisa dibahas kemudian. Itu penting dalam tubuh DPR untuk diketahui.

Saya lebih melihat ini semua hanya permainan politik, yang melibatkan orang-orang yang haus kekuasaan. Kalau belum berkuasa, bagaimana caranya mencari simpati publik dan seperti sok bersih dan bisa..sungguh cara-cara diluar nilai-nilai kemanusiaan!

Saya hanya berharap, DPR kita menjadi lembaga yang produktif dan bisa memberikan sesuatu yang terbaik buat rakyat, di tengah keterpurukan citra dan lemahnya kepercayaan publik akan kinerja mereka. Publik masih jauh menpercayai lembaga eksekutif dibandingkan legislatif.

Anda harus segera berbenah,Bung!