Quantum Ikhlas : The Power of Positive Feeling
Setelah beberapa hari lalu membaca tulisan Bung Roni TDA tentang buku yang satu ini akhirnya saya jadi juga membeli. Kemaren malam baru selesai membaca preface alias kata pengantarnya (maklum saya senang baca testimoni orang lain dulu biar jadi tambah penasaran sama isinya..
Menarik memang dari judulnya Quantum Ikhlas : The Power of Positive Feeling. Selama ini yang lebih bergema tentunya positive thinking, lebih sering saja didengar. Mana yang lebih penting?Memang ada perbedaan dengan positive feeling? Apa kalau kita sudah bisa positive thinkin, itu artinya sudah positive feeling? dst..pertanyaan itulah yang menggelitik pertama kali membaca di halaman-halaman awal.
Tentu ulasannya belum bisa saya tulis, perlu dibaca dulu beberapa kali. Tapi yang jelas, saya yakin, buku ini sangat menginspirasi bagi sahabat yang benar-benar menginginkan kebahagiaan, kesuksesan cs dalam hidupnya.
Ada sahabat yang mau memberi komentar karya Bung Erbe Sentanu ini? Biar saya tambah penasaran…


2 Responses to “Quantum Ikhlas : The Power of Positive Feeling”
March 17th, 2008 at 8:53 am
Pak Made .Tambahin shoutbox aja,biar comentnya gampang nih.Oh ya saya udah,eh tepatnya selalu merujuk buku Quantum iklas ini setiap kali saya merasa loss.
Sebenarnya Secret juga sangat inspiratif untuk dijadikan dopping drop mind buat saya ,tapi entah kenapa saya lebih sering merujuk ke Quantum Iklas.Menurut saya buku ini lebih “kita” ulasannya.Memunculkan sisi religius,mungkin itu yang membuat kita yang notabene orang timur yang berkiblat religius lebih mudah menerapkannya.Misalnya saja ulasan tentang melatih otot syukur dengan mengiklaskan apapun yang terjadi, hanya pada Tuhan,ini akan menuntun kita berperilaku positif ,lalu prilaku ini akan menjadi kebiasaan,kebiasaan baik akan menarik semesta mendatangkan hal hal baik.Contohnya perasaan syukur karena punya uang dilaci membuat kita tersenyum menyambut pagi,membuat perasaan kita lebih ringan membeli barang dagangan untuk dijual lagi,pembawaan yg tanpa beban ,tulus ,iklas ,tersenyum membawa kita pada pelayanan yang lebih ramah pada pembeli,membuat lebih dan lebih banyak pembeli datang,lalu kita bersyukur lagi karenanya.Kita seolah meminta semoga lebih banyak pembeli dan lebih lagi yang datang,dan semesta mendengar permintaan kita melalui setiap partikel kecil yang ada dialam.lalu mengabulkannya.Begitu terus berulang.Jika otot syukur dilatih terus bayangkan berapa banyak miracle yang terjadi.
lalu bandingkan dengan ini:kita sibuk memikirkan bagaimana nanti caranya mengembalikan uang dilaci yang jelas jelas berasal dari pinjaman kepada orang lain,pasti bangun pagi denganberkerut dahi,bahkan malamnyapun susah tidur,lalu langkahpun berat untuk melakukan sesuatu terhadap utangan ini,karena jelas utang memiliki dampak tekanan psikologis yang sangat besar.Tanpa syukur karena memiliki uang,penuh beban ,dahi berkerut,muka lelah,membawa kita pada lambatnya berpikir bagaiman mengelola uang dilaci agar jadi uang lagi.LAlu kita melayani pembeli dengan segala isi otak yang penuh beban ,berat,bercampur aduk,lalu pembeli akan menarik diri dari kita,lalu hati pun mencerminkan keluhan ah…kok sepi banget ya pembelinya,lalu semesta akan mengabulkan permintaanmu,sepi banget deh…….
Bandingkan kedua keadaan itu.Sama sama punya uang mungkin juga sama sama utangan,tapi dengan syukur,kita tak perlu memikirkan dari mana uang tersebut,sepanjang keyakian kita benar,karena semesta yang bertanggungjawab atas bagaimana cara sesuatu terjadi,kita hanya bertugas memikirkan bagaimana ada dujalan Tuhan ,bersyukur dan iklas.
Tanpa syukur ada uang dilaci kita sibuk mengarahkan diri pada masalah dan tidak iklas bila sesuatu terjadi karena suatu masalah.
Jadi ilmu kuanta mengajarkan bahwa segala sesuatu yang ada berasal dari tidak ada,benda beasal dari sub atome yang hanya terususn dari energi yang tak tampak yang ada disetiap jengkal semesta.maka uang ad dari seuatu yang tak ada ,perasaan yang terususn dari energi yang untuk tetp memiliki uang.
Buku ini megajak kita membangkitkan energi dengan cara yang flamboyan,tidak menggebu gebu,penuh keringat dan semangat membara,tapi lebih kepada senyum,iklas,syukur yang menimbulkan perasaan rilex ,senang ,bahagia,dan cara itulah yang mendorong setiap energi disemesta ini mereplay dengan doble energi.Ingat yoga ?Ingat salsanya vena melinda ? Sama sama olah raga ,sama sama untuk kesehatan ,pilh saja yang sesuai dengan kebutuhan.Mungkin begitu……….
(kepanjangan ya pak,he.he.narsis ya….abis bapak kesempatan komen sih)
March 17th, 2008 at 1:24 pm
Okay thanks Ibu Kadek.
Lagi on the way untuk tambah shoutbox nya.
Sukses terus untuk Bu Kadek
Berikan Komentar anda