Masih “percaya” dengan kebetulan?

Posted by: ms on Monday, May 12th, 2008

Erbe Sentanu

Untuk kesekian kali, saya senang sekali untuk kembali berbagi cerita hidup ini dan mencoba sedikit demi sedikit membuka tabir “rahasia” kehidupan ini. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang apakah fenomena yang namanya kebetulan itu ada? atau sesuatu yang kita anggap kebetulan itu, memang kita sendiri yang sesungguhnya menariknya secara sengaja atau tidak.

Menarik memang! Karena tidak mudah untuk memahami, perlu dengan keterbukaan hati, membukanya dengan hati yang tenang dan pikiran yang terbuka, mungkin kita akan menemukan jawabannya.

Kembali ke cerita awal saya. Di awal bulan ada kejadian “menarik” yang perlahan menambah keyakinan saya akan apa yang telah saya coba mengerti selama ini, yaitu kinerja Law of Attraction.

Pada tanggal 1 May lalu, secara tidak sengaja saya tertarik untuk membuka sebuah harian lokal di tengah tumpukan harian tersebut. Menariknya, dari sekian koran tersebut saya tertarik untuk membuka edisi tanggal 28 April.Tidak ada yang terlalu menarik dari covernya, cuma letaknya saja yang “kebetulan” paling atas. Saya buka perlahan dan melihat-lihat halaman iklan dan secara tidak sengaja saya menemukan iklan ” Talk Show Erbe Sentanu di Gramedia…..”

Wah, lewat dah……Pikir saya ketika melihat di sana tertera tanggal 29 April jam 7 malam. Padahal hari itu tanggal 1 May..Namun saya bisa lega akhirnya dan berkata dalam hati, akhirnya bisa juga bertemu dan bertatap muka dengan tokoh pengembangan diri yang saya kagumi ini. Tertera di sebelahnya talk show itu juga digelar tanggal 2 may (besok harinya)..

Tanggal 2 May jam 16.00 saya hadir di Gramedia Dutaplaza Denpasar dan bisa bertemu langsung dengan Mas Nunu. Di akhir acara saya membisikkan kata ” Mas, Saya ingin menjadi Public Speaker (baca : motivator)”…

Tahukah Anda, kalau pertemuan saya dengan Mas Nunu tersebut telah saya niatkan sebelumnya terutama saat saya berdoa dan mendengarkan CD Brainwave Quantum Ikhlas. Saya berkeyakinan pertemuan itu bukan sesuatu yang kebetulan. Coba saja saya tidak meniatkan, mungkin saya tidak akan membuka koran edisi yang telah lewat beberapa hari tersebut.

Memang ” Tidak ada yang kebetulan. Sesuatu atau kejadian itu kita menariknya secara sengaja atau tidak”.

Selamat hidup berkelimpahan.

Menulis, “penyembuhan alternative” untuk Mr. S

Posted by: ms on Wednesday, May 7th, 2008

WritingDewasa ini dengan begitu pesatnya perkembangan teknologi dan tingkat kepedulian untuk kesehatan yang makin tinggi, ada banyak cara yang ditawarkan untuk mengurangi tingkat stress(Mr. S) dalam keseharian kita.Stress memang masalah yang sangat wajar dihadapi saat ini. Di tengah persaingan yang kian ketat, kehidupan bisnis, kesibukan dan rutinitas yang kian tinggi, stress memang menjadi hal yang telah lumrah dialami. Tidak hanya usia dewasa, kaum mudapun tidak terhindarkan dari masalah yang satu ini. Dan hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa 90% penyakit diakibatkan oleh stress. Wow, bukan angka yang kecil, bukan?

Menyambung masalah cara mengurangi tingkat stress, memang ada banyak cara diantaranya dengan mengembangkan hobby menulis. Menulis memang diyakini bisa menjadi cara efektif karena melalui menulis apa yang tengah membelenggu, setidaknya beban di pikiran kita akan berkurang. Menulis tidak ubahnya seperti sharing atau curhat dengan orang lain. Melalui curhat anda mencurahkan permasalahan anda dan secara tidak langsung kita telah melepaskan masalah kita, sehingga tidak heran di akhir kita merasa lebih relax. Nah begitu juga dengan cara kerja  menulis, anda bisa mencobanya menulis apa-apa yang membebani Anda hari ini. Caranya sangat mudah, hanya dengan menulis apa yang tengah anda rasakan, masalah anda ataupun hal-hal yang membelenggu anda, maka beban permasalahan yang anda pikul akan lebih ringa.

Menulis juga cara efektif untuk menggali ide-ide terpendam kita dan membuat lebih kreatif. Nah itu akan dibahas lagi dalam artikel lainnya.

Menulis bisa mengurangi stress? Silakan dicoba..

If it doesn’t kill you, it makes you stronger

Posted by: ms on Wednesday, May 7th, 2008

Menarik membaca shoutout Friendster sahabat saya, Made Satria yang berbunyi ” if it doesn’t kill you, it makes you stronger”. Kemudian saya mencoba merenungi apa arti di balik kata-kata indah itu.

Memang dalam hidup, dua pasangan ini tidak pernah terpisahkan, bahagia dan duka, masalah dan berkah, senang dan sedih..selalu hadir dalam hidup setiap insan ini. Kadang-kadang sebagian dari kita merasa kita mendapatkan cobaan yang lebih dibandingkan yang lain, yang hampir-hampir bisa menghentikan langkah kita.

Nah tentu di saat permasalahan atau beban berat seperti itu menerpa, kita tinggal dihadapkan pada 2 pilihan, maju atau berhenti!!! Melawan atau menyerah!!

Tentu jika masih bisa melewatinya, itu akan menjadikan kita lebih kuat, lebih tegar untuk mengarungi scene demi scene hidup ini. Permasalahan itu akan membuat kita menjadi lebih dewasa dan lebih bijak, percaya atau tidak. Atau tidak sedikit dari kita yang harus menyerah, dan akhirnya memang benar-benar berhenti!!

Nah sekarang semuanya sudah jelas, apakah anda bangkrut? Apakah anda gagal dalam pekerjaan? Anda terjebak dalam kegagalan menjalin hubungan? Anda merasa bersalah berat pada keluarga atau orang lain? Pilihannya sudah jelas, it kills you or makes you stronger!!

If Life is a Game, there are the Rules

Posted by: ms on Saturday, April 5th, 2008

Your time here on Earth is brief. Time passes and things change. You have option and choices in which to make your wishes, dreams, and goals become reality.

When you ask yourself, “Why am I here?” or “Why is this happening to me?” or “What’s it all about?” turn to your spiritual primer. Ask yourself “What is the lesson?” If you hear a defencive reaction using the words “never” or “always” in your response, you haven’t yet learned the lesson. Next go deeper and ask, “What is there for me to learn from this experience?”

Each time you view your circumstances as posessing value, regardless of the apparent confusion or hardship, you grow. Your personal evolution will depend on how readily you embrace your lessons and integrate them into your life. Remember, the only consequence for resisting lessons, is that they will keep repeating themselves until you learn them. When you have learned a lesson, you will always tested. When the lesson is learned, the test will be easily passed, and you then move on to more complex and challenging ones.

You can look back on the incidents in your past and see clearly the lessons you have learned, resisted, and are still repeating. “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, and today is a gift, that is why we call present.”

It is more challenging to look at your present situation and see exactly what your lessons are. Looking into future is the most difficult. Wishing that you already graduated from the school of life does not accelerate your progress or make the lessons any easier. Examining the situation for the real lesson is the scavenger hunt.

Remind yourself that you are here to learn lessons.
Be present with your process. Pay attention to what you are experiencing.
Be diligent with actios which enable you to “get” the lessons presented to you.
Ask for answer and you shall receive them.
Listen with open heart.
Explore all options.
See your judgment as a mirror.
View each crisis as an opportunity.
Trust yourself.
Believe yourself.
Looking within yourself, to your higher self, for guidance on all your choices.
Extend compassion to yourself.
Remember, there are no mistakes, only lessons.
Love your self, trus your choices, and everything is possible.

Ani Sekarningsih, http://teweraut.multiply.com

Komunitas ikhlas? Why not..

Posted by: ms on Tuesday, April 1st, 2008

“Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Anda menariknya sendiri”

Dua hari yang lalu akhirnya saya bisa menghubungi perwakilan (baca : EO) Katahati Institute di Bali untuk mendapatkan informasi agenda pelatihan di Bali.

Wah beberapa minggu yang lalu kita sudah mengadakan dan sambutannya luar biasa. Pesertanya lebih dari 80 orang” Kata pak Nyoman. “Kita akan mengusahakan lagi di awal Mei ini bisa, sedangkan untuk bulan ini masih padat jadwalnya” tambah beliau lagi. Di akhir beliau mengatakan lagi “Para peserta juga mengharapkan dibentuk komunitas ikhlas“.

Saya ulangi lagi kata ini Komunitas Ikhlas. Dari namanya sayapun bisa mengerti kalau komunitas yang satu ini untuk sharing tentang cerita keikhlasan hati dan tentunya kebahagiaan. Karena mustahil tanpa keikhlasan, bahagia bisa dijalani.

………………………………

Di sebuah bagian video the Secret disebutkan : jika kita mengalami hal yang tidak bagus (not feeling good), jangan menulisnya (do not write), jangan mengatakannya (do not talk about it). Sebaliknya, kalau kita mengalami sesuatu yang membuat bahagia (feeling good), kita mesti berbagi dan menyebarkannya. Karena itu akan menginspirasi orang lain untuk bisa merasa bahagia juga dan tentu membuat kita makin bahagia. Ingat hukum “semakin banyak memberi, semakin banyak menerima”.

Untuk itulah karena kecintaan akan keikhlasan dan kebahagiaan, saya membangun komunitas ikhlas di milis. Ingin bergabung? Silakan mendaftar di sini



Click to join komunitas-ikhlas

Tak Kenal maka tak….

Posted by: ms on Tuesday, April 1st, 2008

Walaupun saya tidak melengkapi kalimat di atas dengan sebuah kata, saya yakin dalam hati anda sudah menambahkan sendiri kata “sayang”. Jadilah kalimatnya berbunyi “tak kenal maka tak sayang”. Lha, apa hubungannya? Ini lagi membahas tentang apa?

Sahabat, hari ini saya jadi tertarik untuk menulis tentang topik ini. Ketika kita sayang pada seseorang misalnya, tidak harus dengan materi. Sebuah senyuman tulus atau tatapan mata dapat menunjukkan perasaan itu. Jadi cakupan sayang sebenarnya lebih dari yang kita sadari selama ini.

Apakah gampang menyayangi sesuatu kalau belum kita ketahui (baca: kenal)? Mungkin saja “ya”. Tapi akan lebih jauh bisa kita berikan apabila kita mengenalinya.

Dalam keseharian, banyak orang yang begitu sayang pada kepunyaan mereka seperti uang, mobil, komputer dan barang-barang lainnya. Tidak ada yang salah dan aneh dengan semua itu memang. Kita sayang sama mereka karena memberi kita manfaat atau mempermudah kehidupan kita.

Karena menjadi milik pribadi, barang-barang itu begitu kita kenal. Kalau komputer di rumah kena serangan virus, langsung bisa kita install antivirus dan akhirnya komputer berfungsi normal lagi. Kalau mobil lagi “ngambek”, kita segera membawanya ke bengkel atau malah bisa diperbaiki sendiri. Begitu juga dengan properti-properti kita lainnya, kita begitu peduli dan kenal.

Sekali lagi tidak ada yang salah bin aneh dengan semua itu.

Namun ada satu hal yang sering kita lupakan secara sengaja atau tidak. Kita kadang lupa akan kepunyaan kita yang paling esensial, yaitu diri kita ini seutuhnya. Lahir dan bathin. Sekali lagi biar lebih mantap dan ingat, lahir dan bathin.

Saya yakin kebanyakan sudah memberikan rasa kasih sayang yang cukup untuk “si lahir”, tapi mungkin belum untuk “si bathin”.

Terkadang saking dekatnya (baca : bersatu) dengan diri kita, kita jadi terlupa untuk memberi kasih sayang untuk hak milik kita ini. Kita lupa kita punya diri kita sendiri. Ketika “virus” menyerang diri ini, kita cenderung menyerah dan tidak menggunakan “antivirus” yang sejatinya telah kita punya. Kita sesungguhnya bisa menyembuhkan diri kita sendiri, secara ilmiah kekuatan itu disebut antibodi. Sayang inilah yang sering terlupakan. Ketika kita kena penyakit lahir, kita lupa untuk meyakini kekuatan diri kita. Mungkin kita sudah mengetahui, tapi belum meyakini.

Begitu juga ketika serangan terjadi terhadap bathin kita. Kita sesungguhnya mempunyai kekuatan untuk mengendalikan dan mengontrol serangan itu. Kekuatan hati dan pikiran sejatinya merupakan kekuatan luar biasa, kekuatan Tuhan yang terkadang masih kita lupakan.

Apakah anda pernah mendengar cerita seseorang yang kena serangan jantung dan kata dokter tidak bisa disembuhkan lagi? Tetapi nyatanya bisa sehat kembali. Bung Nunu yang saya hormati, dulunya divonis mandul oleh dokter ahli yang menangani. Namun dengan berbekal kekuatan Tuhan (kekuatan kepercayaan), beliau akhirnya memiliki seorang putra yang disayang. Dan masih banyak kejadian-kejadian yang sering kita sebut “ajaib”. Itu bukan ajaib tapi biasa saja. Sejatinya tiap insan bisa mengalaminya, jika menginginkan dan mempercayainya.

Begitulah Tuhan membuat “rahasia” dalam hidup ini. Sekali anda mempercayai kekuatan itu ada, kemampuan itu bisa. Anda akan ditunjukkan kepada sebuah kekuatan yang bisa mengubah hidup anda. Tidak ada yang tidak mungkin untuk Tuhan, bukan?

Jadi mari belajar mengenal diri sendiri, potensi kita, kekuatan kita (kekuatan Tuhan), kita akan ditunjukkan pada kehidupan yang bahagia dan penuh berkah. Bukankah itu yang kita inginkan? Kenalilah diri sahabat lebih dari mengenali properti yang lain. Dengan mengenali diri kita dan menjadikan sahabatnya, kita tentu akan tahu cara menyayangi “dia”.

Sharing tentang Buku Quantum Ikhlas

Posted by: ms on Saturday, March 29th, 2008

Buku Quantum Ikhlas yang sudah ada di tangan sejak beberapa minggu yang lalu, akhirnya usai sudah terbaca untuk beberapa kali. Komentar awal saya buku ini sangat bagus dan membawa kesejukan hati. Sekali lagi thanks to pak Roni atas rekomendasinya, Thanks to Mas Nunu juga atas bukunya yang sangat menggugah.

Buku ini sepertinya merupakan pencarian selama ini. Pernah suatu ketika saya bermimpi bertemu dengan  Menteri Pertahanan,pak Juwono Sudarsono. Saya percaya bahwa mimpi itu bermakna sesuatu. Sesuatu itulah yang beberapa hari ini tengah saya cari dan akhirnya ketemu juga.

Impian saya tentu ingin menjadi insan yang bermanfaat buat orang lain, menginspirasi banyak orang untuk berubah menjadi lebih baik, tentunya juga hidup berkelimpahan dekat dengan Nya. Saya menyadari untuk menjadi orang “besar” tentu diperlukan mental (baca : pertahanan) dan “pondasi” hati yang kokoh. Semakin tinggi, semakin kencang anginnya. Ibarat membangun sebuah rumah besar, tentu pondasinya harus mendukung alias kuat. Apa jadinya kalau rumah besar dan mewah tetapi pondasi tidak kuat? Kita juga sama seperti itu.

CD alphamatic brainwave juga saya praktikkan sesuai dengan kebutuhan. Hasilnya pun sudah mulai tampak. Beberapa kali hal yang saya bayangkan sudah terwujud. Mulai dari hubungan dengan seseorang yang dulunya kurang bagus, kini jadi normal lagi. Mengatur jadwal pertemuan. Dan urusan-urusan lainnya. Syukur, kedekatan dan kerinduan akan selalu dekat dengan Beliau juga makin bertambah.

Dan detoksifikasi alam bawah sadar pun sudah berjalan. Luar biasa, kita dengan mudahnya bisa “memasukkan” kata-kata positif berupa afirmasi ke dalamnya. Semakin sering, semakin bagus. Niscaya ketika kita membuka mata lagi, kita akan jauh lebih positif memandang dunia. Kita jauh lebih bagus mempersepsikan dunia dan isinya.

Dan tentunya yang lebih luar biasa lagi, kita bisa mewujudkan hidup seperti yang kita inginkan. Semakin ikhlas kita, semakin cepat doa kita terjawab. Dan saya yakin tingkat ketaqwaan kitapun akan makin baik seiring waktu berjalan. Wow, hidup akan menjadi berkelimpahan dan dipenuhi dengan kebahagiaan. Bukankah itu tujuan hidup kita yang sebenarnya?

Selamat hidup berkelimpahan dan penuh kebahagiaan.

Berkenalan dengan NLP

Posted by: ms on Sunday, March 16th, 2008

Beberapa hari ini saya lagi doyan baca artikel yang berhubungan dengan NLP dan juga Self Hypnosis. Tertarik untuk mengetahui lebih jauh dari pakar-pakarnya di Indonesia.

Berikut rangkuman definisi dari sejumlah sumber :

“  Dalam buku ‘NLP Workbook’, Joseph O Connor menggambarkan pemahaman NLP paling sederhana dengan sebuah cerita mengenai seorang anak yang bertanya kepada ibunya mengenai NLP.  Cerita ini saya ‘modifikasi’ dengan versi Indonesia agar Anda lebih mudah memahaminya. Anak ini bertanya kepada Ibunya “Mama, NLP itu apa sih?” Mamanya berpikir sejenak lalu berkata, “Kamu lihat kakek kamu lagi duduk di kursi goyangnya? Dia lagi sakit sekujur tubuhnya. Coba tanyakan bagaimana sakitnya” Anak ini pun segera berlari ke kakek dan menanyakan yang seperti yang diarahkan ibunya.  Dengan wajah penuh kesakitan, kakeknya menjelaskan, “Waduh, semua otot kakek sakit. Dari kaki sampai atas.  Semuanya sakit!” Anak ini segera berlari kembali ke mamanya dan melaporkan kondisi menyedihkan kakeknya, lalu menagih janji penjelasan mengenai NLP.  Mamanya tersenyum kemudian berkata, “Kakek kamu itu seorang pejuang perang yang tangguh. Pasukannya dulu pernah mengalahkan sebuah pasukan Belanda dalam sebuah pertempuran. Sekarang, coba kamu ke sana dan tanyakan ceritanya!”  Anak itu berlari ke kakeknya dan menanyakan mengenai pengalaman kakeknya tersebut. Sekonyong-konyong air muka kakeknya berubah, dan dengan bersemangat dia menjelaskan “Oh, itu luar biasa, cucuku. Mari kakek ceritakan, waktu itu …….dst…” Kakeknya menceritakan dengan sangat antusias. Anak ini kembali ke mamanya untuk menceritakan kondisi fisiologi kakeknya yang berubah total!  Mamanya lalu berkata, “Nah, anakku, itulah NLP.  Dengan kata-kata atau pertanyaan yang tepat, kamu telah menolong kakek kamu melihat dan merasa lebih baik”

Itu sebuah penuturan dan gambaran NLP yang paling sederhana, tapi juga sangat efektif. Faktor ‘Linguistic’ dalam NLP memainkan peranan yang luar biasa penting. Dengan pikiran kita dipenuhi kata-kata dan gambar, yang kita serap, olah, lalu lepaskan, NLP menawarkan berbagai aplikasi untuk membantu efektifitas dari setiap proses tersebut.  Kita lebih efektif dalam menerima input dari luar, lebih luas dalam mengartikannya, lalu lebih efektif dalam menterjemahkannya ke dalam komunikasi dan interaksi dengan diri sendiri dan orang lain. Jadi bisa dipakai dalam berbagai konteks, entah komunikasi sehari-hari, training, terapi, kepercayaan diri, dan lain-lain. Meletakkannya dalam perspektif lain, kita bisa lebih efektif dengan berpikiran lebih luas, memilih kata-kata dan gambar-gambar di pikiran kita yang lebih membantu kita untuk mencapai tujuan.” Inspirasiindonesia.com

Topics: NLP | No Comments »

Mark Zuckerberg : Miliarder Termuda

Posted by: ms on Friday, March 14th, 2008

Image Hosted by ImageCows ImagesMau tau siapa miliarder termuda saat ini?

Sahabat kenal dengan nama Mark Zuckerberg?

Dia adalah seorang seorang computer programmer yang masih berstatus mahasiswa di universitas ternama Harvard, Amerika Serikat.

Bersama beberapa rekannya dia mendirikan situs jejaring sosial termuda Facebook.

Cowok kelahiran 14 Mei 1984 ini kini menjabat CEO situs yang dihargai kurang lebih 1,5 Miliar Dolar Amerika yang menempatkannya sebagai miliarder termuda di usia 23tahun.

Quantum Ikhlas : The Power of Positive Feeling

Posted by: ms on Thursday, March 13th, 2008

Quantum Ikhlas ImagesSetelah beberapa hari lalu membaca tulisan Bung Roni TDA tentang buku yang satu ini akhirnya saya jadi juga membeli. Kemaren malam baru selesai membaca preface alias kata pengantarnya (maklum saya senang baca testimoni orang lain dulu biar jadi tambah penasaran sama isinya..

Menarik memang dari judulnya Quantum Ikhlas : The Power of Positive Feeling. Selama ini yang lebih bergema tentunya positive thinking, lebih sering saja didengar. Mana yang lebih penting?Memang ada perbedaan dengan positive feeling? Apa kalau kita sudah bisa positive thinkin, itu artinya sudah positive feeling? dst..pertanyaan itulah yang menggelitik pertama kali membaca di halaman-halaman awal.
Tentu ulasannya belum bisa saya tulis, perlu dibaca dulu beberapa kali. Tapi yang jelas, saya yakin, buku ini sangat menginspirasi bagi sahabat yang benar-benar menginginkan kebahagiaan, kesuksesan cs dalam hidupnya.

Ada sahabat yang mau memberi komentar karya Bung Erbe Sentanu ini? Biar saya tambah penasaran…